AKSI NYATA MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

REFLEKSI PENERAPAN AKSI NYATA MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


PERISTIWA (FACT)

Di Kelas saya terdapat seorang murid yang memiliki kebutuhan khusus (ABK). Ini diawali dari adanya Pandemi COVID 19 sekitar 2 tahun yang lalu, dimana si murid ini masuk di kelas 1 tanpa diketahui adanya kebutuhan khusus yang dimiliki karena pembalajaran dilaksanakan secara daring tanpa tatap muka secara langsung. Saat ini murid tersebut ada di kelas 3 dan pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka. Setelah saya amati dan terus mencoba untuk mendalami murid tersebut saya mulai yakin dan sadar bahwa murid tersebut berkebutuhan khusus. Saya sebagai walikelas sudah beberapa kali berkomunikasi dan memanggil orangtua untuk berdiskusi di sekolah mengenai hal ini. Pernah satu kali saya mengundang guru sekolah luar biasa (SLB) untuk datang ke sekolah kami dan berdiskusi bersama orangtua. Teman saya guru SLB tersebut memberikan informasi, pemahaman, dan masukkan untuk orangtua mengenai solusi terbaik untuk si anak supaya dapat bersekolah di SLB. Saat itu orangtua sudah tersadarkan dan berencana untuk memindahkan anaknya ke SLB. Namun, beberapa waktu ketika saya memanggil kembali, dari pihak orangtua mengalami kendala keuangan untuk mengurus kepindahan anaknya tersbut, terutama persyaratan kepindahan ke SLB harus ada pemeriksaan dan kepastian hasil medis mengenai kebutuhan khusus yang dimiliki sang anak yang menjadi beban ekonomi keluarga.  Orangtua meminta diberikan kebijakan untuk anaknya supaya sementara tidak pindah ke SLB dengan alasan keuangan tersebut. Sebagai walikelas saya mencoba mengerti apa kendala yang dialami orangtua murid, saya juga berkomunikasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk meminta pendapat. Secara pribadi saya memberikan jawaban dan keputusan kami pihak sekolah tidak akan serta merta mengeluarkan murid karena alasan keterbatasan/ kebutuhan khusus yang dimiliki, kami memberikan waktu kepada orangtua untuk dapat mempersiapkan keuangan terkait syarat-syarat kepindahan anaknya ke SLB. Saya juga mencoba memberikan saran dan masukan kepada orangtua bagaimana orangtua dapat mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah desa dan menyampaikan permasalahan yang dihadapi supaya permasalahan tersebut bisa teratasi serta nantinya si anak dapat bersekolah di tempat yang sesuai dan seharusnya.

PERASAAN (FEEL)

Dengan memberikan keputusan di atas saya mengambil paradigma pengambilan keputusan Keadilan vs Rasa Kasihan. Keadilan dimana murid tersebut seharusnya mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan khusus yang dimiliki yaitu dengan bersekolah di SLB. Sedangkan Rasa Kasihan saya melihat dari sisi orangtua yang  memiliki keterbatasan finansial untuk dapat menyekolahlkan anaknya di sekolah luar biasa (SLB). Saya mengambil keputusan atas dasar Rasa Kasihan kepada orangtua dengan pertimbangan orangtua juga tetap berusaha mengatasi permasalahan finansialnya agar anaknya tersbut nantinya akan pindah/ bersekolah di SLB. Saya cukup merasa puas dengan keputusan yang saya ambil, namun disisi lain saya juga ingin agar murid saya tersebut segera dapat bersekolah di SLB sehingga mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan khusus yang dimiliki.

PEMBELAJARAN (FINDINGS)

Dari permasalahan ini saya belajar mengenai bagaimana mengambil keputusan sesuai dengan dilema etika yang dihadapi. Awalnya terasa sulit memang mengambil sebuah keputusan dimana dua pilihan keputusan yang akan diambil merupakan hal yang benar. Tapi dengan keyakinan dan penuh pertimbangan alhamdulillah keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak dan menjadi kebaikan bersama.

PERUBAHAN (FUTURE)

Harapan ke depan setelah saya menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dilema etika yang saya alami tersebut saya dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan segala keunikan dan kompleksitas permasalahan yang beraneka ragam. Semoga dari permasalahan tersebut saya bisa belajar untuk lebih bijak dan mantap dalam pengambilan keputusan yang erat kaitannya dengan dilema etika.


Diskusi Bersama KS dan PP


Diskusi Bersama Rekan Guru



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapkan Budaya Positif di Sekolah

KELAS III TEMA 2 SUBTEMA 3 PERTEMUAN 1